Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Ipal Potong Ayam /Ipal RPH harga ringan di kantong

Ipal Potong Ayam

Konsumsi daging ayam meningkat pesat dibandingkan dengan daging sapi, kambing ataupun babi. Kebutuhan daging ayam lebih tinggi dibanding daging lain dikarenakan harga daging ayam relatif murah.

Dagingayam juga lebih baik dari segi kesehatan karena hanya mengandung sedikit lemak dan lebih kaya protein bila dibandingkan dengan daging sapi.

Daging ayam mempunyai rasa yang dapat diterima semua golongan masyarakat dan cukup mudah dilolah menjadi produk olahan yang bernilai tinggi.Tingginya kebutuhan daging ayam tentunya memunculkan usaha- usahapeternakan ayam potong danusahapemotongan ayam untukmencukupi kebutuhan masyarakat.

Usaha Rumah Pemotongan Ayam (RPA)Adi Indonesia telah menjadi sebuah kegiatan industri kecil yangperkembangannya memberikan kontribusi nyata dalam sektor ekonomi dari sektor hulu sampai ke sektor hilir. Hal ini dikarenakan produk unggas yang termasuk ayam, yakni daging ayam dan telur harganya relatif murah dan mudah di dapatkan sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat luas (Singgih dan Kariana, 2008). Sebagian besar produsen daging ayam di Indonesia masih menerapkan pemotongan ayam secara tradisional dengan tempat pemotongan yang seadanya. Pemotongan ayam secara modern dengan peralatan yang canggih memerlukan biaya yang sangat tinggi sehingga tidak terjangkau oleh para pengusaha pemotongan tradisional atau pengusaha kecil.

Namun seiring kemajuan teknologi yang meningkat dan berkembangnya kegiatan industri pemotongan ayam akan membawa dampak positif maupun negatif bagi lingkungan. Keberadaan industri rumah pemotongan ayam dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Di samping itu, dengan adanya rumah pemotongan ayam menghasilkan limbah yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah potong ayam menimbulkan masalah yang signifikan terhadap lingkungan, terutama usaha pemotongan yang berada di tengah-tengah pemukiman warga. Hal tersebut mengakibatkan dampak sosial maupun dampak terhadap kesehatan masyarakat di sekitarnya. Muncul kekhawatiran warga terhadap wabah flu burung. Selain itu, terjadi peningkatan polusi air dan udara, yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas sanitasi lingkungan.

Dalam proses kegiatannya terdapat produk sampingan yaitu berupa limbah, baik limbah padat maupun limbah cair. Dengan meningkatnya jumlah konsumsi daging ayam akan berdampak pada meningkatnya air limbah yang dihasilkan industri Rumah Pemotongan Ayam (RPA) (Al Kholif, 2015).

Limbah cair tersebut dapat mencemari lingkungan apabila dibuang langsung ke lingkungan karena limbah tersebut mengandung bahan organik yang tinggi dan bakteri patogen maupun yang non patogen.

Guna memenuhi kebutuhan daging yang Aman, Sehat Utuh dan Halal (ASUH) maka pemotongan harus dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH). Salah satu persyaratan teknis yang diatur dalam (SNI) 01-6160-1999 tentang persyaratan rumah potong hewan dan unit penanganan daging adalah, bahwa lokasi rumah potong hewan tidak menimbulkan gangguan atau pencemaran lingkungan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999, limbah didefinisikan sebagai sisa atau buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia. Sedangkan definisi air limbah menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 air limbah adalah sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair. Dengan demikian, setiap limbah yang dihasilkan perlu dikelola secara baik berdasarkan karakteristiknya agar dapat menurunkan kualitas bahan pencemar yang terkandung didalamnya dan aman di buang ke lingkungan sehingga tidak menimbulkan pencemaran serta penurunan kualitas lingkungan.

Rumah Pemotongan Ayam (RPA) melakukan proses produksi hanya pada waktu tertentu, maka volume limbah cair yang dihasilkan Rumah Pemotongan Ayam (RPA) bersifat fluktuatif. Pada saat banyak pesanan ayam potong, volume limbah cair yang dihasilkan akan semakin banyak. Limbah cair rumah pemotongan ayam relatif banyak mengandung bahan pencemar yang didominasi oleh bahan organik dan padatan. Air limbah tersebut dapat mencemari lingkungan bila dibuang tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, pengolahan air limbah menjadi bagian yang penting dalam keseluruhan aktivitas operasional usaha/kegiatan industri. Penggunaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang tepat dapat mengurangi kandungan bahan pencemarnya sehingga telah memenuhi Baku Mutu Air Limbah (BMAL) yang ditetapkan dan diperkenankan dibuang ke lingkungan.

Ipal RPH

 Agar cemaran tidak melebihi baku mutu air limbah. Baku mutu air limbah bagi usahadan atau kegiatan RPH berdasarkan PeraturanMenteri Lingkungan HidupNo.5Tahun 2014 diantaranya limbah cair memiliki kadar paling tinggiuntuk BOD100 mg/l, COD 200 mg/l, TSS 100 mg/l,minyak dan lemak 15mg/l, NH3-N25mg/ldanpH 6-9 (Kementerian Lingkungan Hidup, 2014). Selain itudengan menentukan kandungan dalam limbah dapatditentukan proses pengolahan limbah yang dibutuhkan . Salah satu penelitian terbaru yang mengolah air limbah secara elektrokoagulasi dilakukan oleh Kobya et al. (2006)menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan COD(Chemical Oxygen Demand) 93%. Selain kandungan kimia sesuai baku mutu padalimbah rumah potong hewan juga terkandung mikroba. Mikroba ini berasal dari feses, urine, isirumen, atau isi lambung, darah, daging atau lemak.

Hasil isolasi yang dilakukan, mikroba yangterkandung dalam limbah cair RPH ayam di antaranya adalah Bacillus subtilis, Bacillus thuringiensis, danLysinibacillus fusiformis(Tantrip dan Thungkao,2011). Bahaya atau risiko yang ditimbulkan sebagai akibat dari aktivitas di RPH yang pengelolaan airlimbahnya kurang sempurna atau tidak adanya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) memilikipotensi bahaya, di antaranya adanya bakteri-bakteri patogen penyebab penyakit, meningkatnya kadarBOD, COD, TSS, minyak dan lemak, pH dan NH3-N.

Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukanpenelitian mengenai tingkat cemaran baku mutu air limbah RPH sapi dan ayam

Wa:081223643909

Pos-pos Terbaru

Kategori

Arsip

Komentar Terbaru

Butuh Bantuan? Contact Via WhatsApp